Rabu, 17 November 2010

PEMBANTU RUMAH TANGGA (PREAMBUL)

Mungkin kalo gue nge-post dengan atas nama: "PEMBANTU RUMAH TANGGA BERBAKAT DAN GRATIS"... bakalan banyak yang mampir di blog... karena semua orang cari pembokats, dengan segala cara, segala usaha. Nasehat paling nujum gue selalu bagi yang sedang traumatik cari pembantu: berdoa yang banyak, puasa senen kemis, rajin ke rumah ibadah, dan tiap-tiap saat tersebut mintalah kepada yang maha kuasa agar dikasih pembatu rumah tangga yang trampil, setia, dan bisa dipercaya. Kalo dikala kita masih single kita berdoa kuat-kuat agar diberi jodoh yang baik.... maka setelah menikah dan punya anak kecil2 dan rumah yang secara konstan harus diurus maka doa yang selalu harus diucap adalah doa minta pembantu yang baik hati. Sama pangkatnya dengan cari jodoh.... tapi untuk kelasnya gue yang udah akut dengan anak 3 kecil2 pula.... doa pembantu ini kastanya jauh lebih tinggi dari ndoain jodoh.

jadi untuk sisa hidup gue... gue akan mendedikasikan blog ini untuk ngomongin pembantu... (mudah2an pembokat gue ngak baca) dan segala perbuatannya.... pembantaian ibu gue, pembokits temen-temen gue, sampe pembantu yang entah darimana ceritanya bisa nongol di hari2 gue.... it's all about PEMBOKI from now on.... dan mungkin ditambah beberapa cerita supir to spice things up.... hihihihihi.

Sabtu, 30 Januari 2010

GOOD HAIR


YUP! That's aaaaaaaaaaaaal ME!!! My Hair lah tepatnya. Sudah pernah kribo (aslinya emang kemriwel), udah di kriting papan (yang dalam artian sebenernya dilurusin pake obat keras pake papan) sebanyak 4 kali, udah pernah di cat 2 kali, di tonning dari warna burgundy, sampe black blue, di highlight, panjang sepeinggang, pendek seperti anak ilang.... dan sekarang semuanya diberhentikan, mengingat pertambahan usia dan rambut udah cukup rusak tanpa harus disiksa berlebihan.

Dari jaman SD sampe SMP emang gue harus pasrah dengan rambut tebel ikal kayak ijuk yang amat sangat susah diatu ran berkelebihan. Awalnya ngak berasa karena sepanjang SD ibu gue yang sadis selalu membuatnya pendek kayak anak laki. Mana badan gue kurus.... rambut dipotong ala Ongki Alexander pendek.... and that is oh why... kakak gue senang emanggil gue toge.... si badan kecil kepala gede keberatan rambut. Udah SMP boleh dong milih pilihan hidup yang lebih baik. So i let my hair grooooow.... ke arah yang tidak lebih baik dari rambut bang Ongky... I have this curly thick hair yang susah diatur. Ngak sekriting orang Afrika, tapi lumayan ikal, manapula entah kenapa bagian depan rambut tumbuh lebih lambat dari bagian belakang.... jadi kita namakan saja gaya rambut penuh ketimpangan. Atau mungkin kini gayanya lebih beradaptasi ke Meriam Belina.

Begitu SMA sudah ku tak tahan lagi.... ngak bisa dong rambut dikuncir terus setiap hari. Masa2 indah SMA harus dipenuhi dengan belaian lembut pacar cinta monyet di rambut gue yang lurus mempesona. Maka bertemanlah aku dengan hairdryer, dan cairan keras pelurus rambut yang jaman itu dikenal dengan nama "keriting papan". Jangan tanya kenapa prosesnya namanya keriting papan tapi outcome-nya kok malah lurus. Sampai 4 kali gue mengkritingipapan rambut gue. Padahal rasa obat putih macamnya sperma itu kalo bersentuhan sama kepala seperti kepala disiram minyak tanah lalu disulut pake api... dan kita harus menunggu selama beberapa jam karena mbak salonnya bilang: "tunggu 60 menit ya mbak biar obatnya resep". Yak! Proses yang ngak kurang dari 2 jam, ngak lebih murah dari 200 ribu dan ngak lebih enak dari bolak balik pintu neraka 2 kali itu gue jalani....4 KALI!!! Tanpa paksaan and on my free will. Lalu pada suatu hari seorang lelaki yang gue taksir bilang: "al kok rambut loe kayak cyborg yang di film dragon Ball".... Jiaaaaaah.... ngak lagi2 deh.

Tapi gue tetep berhubungan harmonis dengan hair dryer. Tiada hari selesai keramas tanpanya. Yes my hair is chemical free now. Lebih cakep? ngak juga sih... paling enggak lebih kayak manusia. Lebih sehat? noooooot riliiiiii..... tapi paling enggak ngak buang2 uang buat siksa kubur macam itu lagi. Kenapa gitu tiba2 gue ngomongin rambut?

Tadi sore liat filmnya Chris Rock.... he is sooooo funny.... mi likey Chris Rock! Dia bikin film dokumenter, judulnya "GOOD HAIR"... Enteng, informatif dan menghibur. Basicly isinya tentang kenapa wanita afro Amerika segitu terobsesinya ngelurusin rambutnya.... jadi in some certain age bagi orang African American adalah saatnya mereka meluruskan rambut. Padahal di dunia akherat ngak ada yang namanya orang Afrika rambutnya lurus pas lahir. Si Chris Rock bilang dia bikin investegasi ini gara2 anak2nya yang notabene perempuan dan baru umur 5 taun dan 4 taun minta dilurusin rambutnya.... karena all the princess in the fairytails rambutnya lurus. Permintaan sama seperti anak gue taun lalu pas lagi nemenin gue potong rambut... dia mau rambutnya dilurusin karena semua princess dibuku rambutnya lurus. Padahal obat untuk ngelurusin rambut itu kerasnya bukan kepalang.

Tapi Chris Rock ngambil pendekatan komedi yang lucu.... jadi nonton filmnya ketawa2 geli (and yet tetep nambah ilmu pengetahuan) jadi inget sama problema rambut gue sendiri. Dia survey ke salon2 afro amerika dan salon2 khusus bule... dan bikin survey kenapa perempuan mau susah-susah ngelurusin rambut pake obat keras, pake extension, rambut palsu, cat rambut jadi platinum blonde. Mungkin jadi orang Jawa ada untungnya ya.... karena kita bisa keriting, bisa kribo, bisa lurus, bisa ikal.... ngak spesifik kayak orang cina yang pasti lurus dan tipis atau orang ambon yang pasti keriting masai. Kalo dari survey-nya kebanyakan wanita di Amerika ngelurusin atau ngecat rambutnya blonde biar diperhatiin sama lelaki.... oh tooooo baaaaad. Padahal mungkin laki2 ngak peduli juga ya perempuan rambutnya kayak apa, yang penting baik hati dan ada lubang vaginanya.... hahahahahaha... goblog!

Rabu, 16 Desember 2009

CHAIN OF TEARS


Suatu pagi yang indah di hari Senin yang gembira.... ready to face the world through the internet. Akh semangat sekali ya kayaknya baru hari senen aja.... ya harus begitu kalau mau selamat sampai hari Jum'at. Pasang lagu Miley yang "Party in the USA" di headphone dan siap2 membaca status konyol orang2 di facebook sambil ketawa guling-gulingan.

Buka tampilan HOME dari facebook, dan banyak banget orang yang ngupdate hidupnya di jam 8 pagi.... akh semangat kali kau te'! gue kira gue doang yang semangat. di baris keberapa ada Note buatan adik sepupuku tercinta. Ya adik sepupu gue yang terkenal ceriwis dan suka cekikikan ini bikin tulisan panjang di laman FB-nya. Tumben-tumbenan. Lalu mulai gue baca. Tulisannya begini:

6 tahun yang lalu 10 Desember 2003

Tahukah engkau ma?
Hari itu bagaikan kiamat buat aku, papa & Ahsya
Walaupun kami tidak tau seperti apa yang namanya kiamat itu...

Tahukah engkau ma?
Ingin rasanya aku memaki orang-orang yang menuntun mama membaca 2 kalimat syahadat pada hari itu....

Tahukah engkau ma? 
Kehidupan kami berubah 360 derajat sejak hari itu....

Tahukah engkau ma?
aku berharap mama hanya pergi tugas keluar negri atau keluar kota dan akan telpon atau pulang suatu hari nanti....

Tahukah engkau ma?
Sejak hari ituaku sadar kehilangan sosok idealis di hidupkku yang dulu suka 
aku lawan....
aku sebel....
sekarang bikin aku kangen banget...
semoga kita bisa berkumpul lagi di tempat yang lebih indah....

Dan di tengah hentakan lagu disco Miley Cyrus di headphone air mata mengucur bak keran bocor. Part of me rasanya kangen juga sama tante gue yang serius dan pendiam itu.... part of me tidak menyangka kalau adik sepupu yang tampak gembira ria itu sebenernya berkeping-keping juga hatinya sampai hari ini... dan sebagian yang terbesar adalah rasa bersyukur luar biasa karena untu kali ini gue belum pernah merasakan sebuah kehilangan begitu besar.

Lalu reflex aja... sms mama, kakak, adik, beberapa tante tentang isi tulisan tersebut.... kutulis bait-bait yang paling menyentuh tanpa mengurangi maknanya. Bukan supaya mereka sedih, tapi demi mengingatkan untuk mengirim doa kepada almarhumah. 

15 menit kemudian email berbalasan.... rasanya ngak mungkin juga jadi berhati batu kalo membacanya. We all cried in our own time and place, entah untuk alasan yang sama atau tidak... I guess we miss you dearly Tante Dhani....

Selasa, 15 Desember 2009

UNZIPPED


Judul asli cerita gue yang ini sebenernya adalah KUTANG PIUTANG. Entah kenapa tapi masalah kutang ini selalu muncul dikala para wanita (atau bahkan kalo ada lakinya) berkumpul. Jadi mau gue perdalam lagi.... Jadi mari kita membuka retsleting bersama dan meneliti falsafah dari our undergarment.


Salah satu yang terbaik dari penelaahan dan pencerahan gue tentang BH dan kutang ini adalah ketika sedang menonton †"Tim Gunn's Guide to Style" (kalo ngak salah judulnya) ... yea yea it's just one of those makeover show yang membuat ugly duckling jadi Prada queen... (untuk di Indonesia mungkin term-nya jadi: dari ayam kampung jadi ratunya Sophie Martin). Anyhau.... moral dari tiap episodenya Tim Gunn sang penasehat gaya dan pesona ini adalah: Hampir semua wanita itu memakai ukuran BH yang salah. ..... Iya beneran! Either itu cewek yang toketnya kecil tapi berhalusinasi pake size cup yang segede jugangan sawah. Atau cewek yang toketnya gede tapi disesekin di cup yag mini biar kesannya up up and away (kokoh, tegak, dan perkasa gitu deh). Seperti kata pak Gunn: "Pgimane mau pake baju bagus kalo kutangnye aje kagak pas". (hmmmm mungkin maksudnya baju dalem itu macam pondasi, kalo pondasinya aja udah salah, luarnya ya ngak ketolong lah).


As for me.... sungguh mati tiap beli BH ngak pernah tau ukuran BH gue itu berapa.... ngak tau ukuran dada itu pake cm atau inci, ngak tau urutan secara logaritma itu gede'an cup A atau D.... dan yang pasti I don't have much anyway... jadi apa yang mau dibanggakan (Kate Moss, God rest her preety flat chest soul). Jadi my guide dalam petualangan pencarian BH adalah hanya dari kebaikan hati dan pandangan mata super X ray dari mbak2 penjaga counter BH. Damn!

Mbak Penjaga:†Mau model ini mbak? Yang size apa?

Gue:†Size apa ya? menurut mbak apa? atau saya ngintip BH yang saya pake dulu deh sizenya apa... kok saya agak lupa...

Mbak Penjaga:†Cup A kayaknya ya mbak (sambil ngeliatin toket gue dengan sangat profesional)

Gue:†Oh, iya kali (paling enggak bukan ditawarin mini set)

Mbak Penjaga:†Sebentar ya saya ambilin....


Mungkin di Jakarta memang sudah mulai perlu ada profesi yang namanya Ahli Pengukur Pakaian Dalam. Jadi kita bisa tau persis ukuran daleman kita yang bisa menyokong bentuknya, menjaga kesehatannya secara baik dan benar. ada jurusan kulihnya nanti.... lulusan kuliah baju dalem ini titelnya kayak gini: Bambang Sugianti BH (bukan SH)


Come to think of it.... pernah ngak liat atau dengar di counter celana dalam pria ada seseorang yang bertanya pada penjaga counter tersebut

Pria A:†Mas/mbak saya mau beli celana dalam

SPG/SPB:†Baik pak sizenya berapa ya pak?

Pria A:†Ngak tau deh.... ngak hafal. Menurut mbak/Mas saya size berapa ya? (sambil memajukan panggulnya untuk ditelti secara "profesional")


Ngak pernah liat kan yang kayak gitu? hehehehehe


Di lain waktu lagi ada inovasi terbaru yang namanya totok toket....(kedengerannya seperti tototoet kalo diucap berulang2). Temen gue nyobain, demi karena sebulan lagi mau nikah.... biar keangkat dikit lah ukurannya. Jadi toketnya diapain? Ditenet-tenet sampe ukurannya bertambah barang 1 dua inchi. Logikanya ya kalo toket lu diteken2 berulang2 ya kalo bengkak jadinya tentu membesar lah!!! Besar tapi bonyok biru-biru kayak pepaya.... hiiiiiiy ngeri amat. Tadinya tertarik.... ini demi mengisi ruang kosong di kutang kesayanganku... tapi trus bayangan ada seseorang walaupun seorang mbak yang mau neken2 toket gue selama setengah jam.... it is soooooo lesbian experience... Di lulur aja muka gue udah blushing like crazy apalagi mau ke suatu tempat dengan tujuan utama mau dijamah toketnya begitu.†


Lalu ada yang namanya miracle bra. Akh anehnya ini adalah sebuah komentar dari seorangteman pria. "Loe pake si Condolisa aja al, yang bisa bikin gede toket itu... yang ada magnetnya gitu".... Jawaban gue: "Beliin dong! Mahal tauk harganya!"... cih ngak dibeliin juga.... teman macam apa. Seribu kali gue mondar-mandir gerai inovation store dan menatap si BH ajaib itu, tapi tak kunjung terbeli juga. Akh so much for kekuatan keinginan dan pikiran yang diajarkan the secret... hal sesimpel BH ajaib pun ngak bisa kebeli walau pun gue tatapin 1000 kali. Lalu logika ku berjalan (logika gue itu macam sebuah pembenaran kalo diri ngak sanggup membeli). Kan itu cupnya ada magnetnya ya? yang bikin darah mengalir ke toket... yang membuatnya jadi membesar.... karena darah pada berkumpul disitu (darah diotak berkurang karena lari ke toket, maka cerdaslah dada ku nanti hahahaha). Lalu bagaimana kalau gue melewati mesin deteksi logam di bandara. Pasti toketku akan berbunyi dan bikin malu. atau gimana kalo tiba2 benda2 perangkat dapur yang dari logam pada nempel di dada gue kayak di film tom & jerry.... ckckckck.....


Akh itu sebabnya badan manusia ditutupin kelambi.... biar yang punya ngak pusing ya.... mau toket kecil atau gede seukuran melon. Yang penting kalo ditutupin baju kan yang lain hanya bisa menebak2 buah manggis macam apa pula isinya.... so lets all togather..... Zipped it!


Jumat, 15 Mei 2009

BAPAK CAST AWAY

Siang jam 1-an untuk tepatnya... gue pulang dari Puri Indah Mall berdua sama temen gue. Ketawa-ketiwi di mobil gembira karena perut kenyang menuju arah balik ke kantor Gramedia jl. panjang. Mengambil jalan menyusuri pinggir jalan tol kebon jeruk yang (tumben) panaaaaaaaaas banget hari ini. Lagi asik2 joget2 di mobil dengerin lagunya Rihana... tiba2 gue liat beberapa meter di depan gue... di pinggir jalan.... ada seorang bapak... umurnya mungkin 40-an tahun, dia ngegendong anak perempuannya yang kayaknya umur 7 tahunan... di gendong di depannya dengan posisi memeluk, kepala anaknya terkulai di bahu bapaknya (tenang anaknya masih idup kok, cerita gue ngak semengerikan itu)... disebelahnya berjalan istrinya, istrinya jauh lebih pendek dari suaminya... sang istri juga menggendong anak perempuan (mungkin umur 5 tahun) di gendongan yang menyerupai bekas karung tepung terigu. Sang suami istri yang sedang menggendong anak nya ini jalan bergandengan.

Belooooom, belom kelar ceritanya... . mereka jalan terseok-seok. ... terseok-seok yang mengibakan sampe tulang sumsum loe yang paling dalam..... jalan di sisi luar jalan tol Kebon Jeruk. (Pernah nonton Resident Evil ngak sih? Inget zombie-nya ngak? Ya jalannya udah kayak zombie yang di resident evil itu terseok-seoknya. ..huhuhuhuhuhiks ). Trus namanya manusia bolot ya.... mobil gue hanya melewati keluarga yang terseok-seok itu... sambil kepala gue muter 180 derajat untuk bener2 merhatiin... 

Ternyata tampak depan lebih ngenes lagi.... tau film-nya Tom Hanks yang Cast Away ngak sih? Yang dia udah berbulan-bulan di pulau sendirian... item kebakar matahari, berjenggot, megap-megap kepanasan, bibir pecah karena haus..... NAH KAYAK GITU LAH TAMPAK DEPANNYAAAAA! !!!! mau nangis gue liatnya.

Tapi bodonya kok ya tetep ngak ngerem untuk berenti ya gue. Jadi tetep maju jalan grak menuju Gramedia. Sisa perjalanan jadi kepikiran... kok kita ngak berenti aja ya? 5 menit kemudian sampe di lobi kantor Gramedia. Sebelum turun  lahirlah pertanyaan: "kira-kira kita bisa tidur ngak ya mbayangin orang2 tadi masih kesusahan gitu?".... Gue cuma nyengir pait....

So on my way back home, ngelewatin jalan yang sama seperti yang gue ambil tadi. Jalan pelan2 nyari keluarga malang gumilang itu. And there they are.... masih terseok-seok kebakar panas. Gue langsung menepi di kiri... si keluarga malang ada di jalur seberang. Sebelum gue berhasil mengunci mobil.... ternyata gue udah keduluan seorang bapak-bapak yang berlari dari dalem warung. Bapak2 ini mbawa sebungkus kantong plastik isi nasi 4 bungkus dan air Aqua 2 botol gede... beliau menyeberang menghampiri si keluarga malang.. diikuti gue dibelakangnya. Sama pak pembawa nasi bungkus pundak bapak malang dijawil... "pak, pak, nih makan dulu... duduk dulu pak istirahat!" gue bediri di samping bapak nasi.... ya tuhaaaaaan.. .. hati rasanya berkeping keping jadi 12. Sambil tetep ngegendong anaknya... dia nerima plastik isi makanannya. Lalu gue kasih duit titipan Jaja dan dari gue sendiri ke tangan si ibu sambil nanyaa: "bapak ini mau kemana?".... si bapak udah kayak orang linglung bingung jawab akhirnya cuma bisa bilang; "ndak tau...". Gue sama bapak nasi bungkus juga jadi bingung. Lalu pak nasi bungkus tanya lagi: "bapak ini emang sekeluarga gini dari mana?"... "dari sumatra..."gitu jawabnya... "lha kok bisa sampe sini? emang jalan dari mana?" ... dan dijawab lagi sama si bapak: "dari pelabuhan".. ...

Iya teman-teman. .. pelabuhan terdekat dari arah tol kebon jeruk tentunya adalahPELABUHAN MERAK!!!!... . Jadi sekeluarga ini udah jalan dari pelabuhan merak!... Anaknya kayaknya udah ngak berdaya banget... gue liat dikantong gembolannya kayaknya cuma ada baju, kain dan botol bekas aqua isi air minum..... ya Tuhan kasian bangeeeeeeet. Selagi kita berdiri mengitari bapak ibu dan 2 anak itu di pinggir jalan raya, ada motor vespa lewat pelan2 dan akhirnya berenti beberapa meter di depan kami berdiri.... Empunya motor turun, kayaknya seorang Office Boy (ini dapat dilihat dari seragamnya yang biru2 bergembira gitu).... dia turun sambil bawa plastik item isi kue onde2.... "ni pak buat anak2nya biar pada makan dulu"... Jadi tambah terharu.... OB yang baik hati... jatah jajannya dia (atau jangan2 punya bos-nya) dia kasih dengan ikhlas gitu. Lalu dateng lagi bapak2 berdasi dari kantor seberang.... bapak berdasi yang mungkin pegawai BCA, dia nyeberang sambil ngerogoh kantongnya.. . ngeluarin duit 100 ribu dan diberikan pada sang bapak Cast Away itu. oh, orang jakarta tu ternyata sebenernya pada baik-baik ya....

Ngeliat paling enggak keluarga ini udah duduk istirahat di bawah pohon rindang  sambil makan nasi.... hati agak tenang.... masyaAllah.. . kok hidup orang bisa segitu susahnya. Jadi gue masuk mobil lagi... mulai jalan menuju pulang. Bisa tidurkah gue nanti malam? belom tentu juga... masih kebayang tampang anak2nya bapak cast away tadi... kebayang dalam susah setengah mati gitu si bapak masih inget untuk gandeng tangan istrinya sepanjang jalan... masih berusaha gendong anaknya dan ngelindungin kepala anaknya dari panas. 

Jadi inget anak-anak di rumah... alhamdulilah mereka bisa tidur di kasur dan makan 3 kali sehari, masih bisa sayang2an sama keluarga dalam keadaan yang manusiawi. Kadang suka mikir juga... ngapaiiiiiiin sih susah2 dateng ke Jakartaaaa ni oraaang... ngak tau apa di jakarta tuh udah bejibun orang susah (orang kaya-nya juga banyak sih).
Jadi inget artikel berbahasa enggris yang setengah mati gue bacanya biar ngerti, gini kata si bapak enggris penulisnya:

I often spend my time sitting in queues at traffic lights watching the reaction - or lack of them- of people to beggars on the streets. The more expensive the car, the less likely it seems to be a hand will be poked out of the crack in the window with a coin or note. How often do you hear people refusing to hand over a Rp 1.000,- note to a beggar on the grounds that some organized crime figure is waiting behind the scenes to take a hefty commission?. .....

To me, that's not a justification for refusing to share just a little. To me it's simply a stupid way to behave. Handing over a small note to a kid on the street can win you the nicest smiles you're likely to see that day, not to mention an eloquent 'thank you". (Keith Loveard- Global Asia).

Kadang Tuhan kalo ngasih pelajaran itu emang ngak cuma sekedar dihembus di kuping.... tapi ditabok dengan keras, atau ditempeleng sekalian biar inget dan bersyukur. Hebat lah.

Jumat, 03 April 2009

THE PLESUR OP MITING STENGRES part 4

CHAIRIL ANWAR WANABE. Kata Jaja gue ini jadi penggila Metro Mini semenjak ngak ngantor lagi. Ada sesuatu tentang Metro Mini yang bau kecoak yang mengingatkan gue pada GW Honda butut kesayangan gue yang telah tiada (ya nama mobil gue itu GW dan gue sedang kangen berat padanya). Mungkin sama2 rombeng.... atau arwahnya GW bersemayam di Metro Mini. Mungkin endles hiburannya yang gue ngak dapet di Bis Trans Jakarta. Lalu ada seorang Tukang Baca Puisi yang naik ke bis. Aneh benar namanya ya, apa dong cocoknya kalo ada yang suka deklamasi di bis dan minta dibayar? DEKLAMATOR? atau Puisikator? Apalah terserah nanti kutanyakan di KTP ditulis apa jabatannya. Dia bawa beberapa lembar kertas lecek yang dilipat bentuk belah ketupat. Ancang2 tangan diatas menyongsong matahari gitu... mulutnya udah siap megap2.... lalu dia tiba2 berenti dan lari kebelakang metro, ke pak kenek yang duduk dimuka...disamping pak kusir yang sedang giat menggoda... dia tanya gini sama keneknya: "bang kalo puisi yang ini ude pernah gue bacain belom ye?"..... dan pak kenek yang tampaknya tak suka hiburan bergenre puisi itu jawab: "MANA GUE TAUUUUU".... "akh mungkin belum ya bang" jawabnya optimis  tak perlu.... lalu dia berlari ke depan lagi: "pak supir dan pak kenek, handai taulan dalam bis yang berbahagia ini, perkenankan saya yang merindukan anak istri di desa ini menyampaikan puisi isi hati saya. Puisi saya ini bertajuk: Menggalang Kekompakan Antar Sesama Penumpang Bis Melawan Kejahatan Berkendara"...... Kurang keren apa coba judulnya... Jadi dia berpuisi tentang sungai tentang sawah tentang pohon yang ngak ada hubungannya sama judulnya. Baca puisinya sampe ndlosor2 ke ubin metro... STANDING OVATION!!!! Gue cekikikan sampe mules... kok orang gila macam ini ngak jadi Caleg aja..... pasti gue pilih dengan segenap hati.

besok disambung lagi.... masih ada cerita mbak SILVI si pedagang softex, Uda pedagang emas Indigo, dan 2 orang gila ngak pake baju dalam 1 hari,... belum lagi kalo ternyata besok ketemu sama orang asing lagi dengan tabiat yang lebih ajaib. Never ending story....

THE PLEASURE OF MEETING STRANGERS part 3

MAS BAMBANG, MBAK ESYUPI & GUNTUR SI PENYIAR SABLON. Ya gue dapet nomer telponnya Guntur si penyiar sablon dari Boneng temen gue yang baik hati dan baru kejedut giginya sampe tambah boneng dari biasanya minggu lalu. Katanya orang ini rada sakti kalo disuruh hasta karya bikin2 kaos aneka rupa. Jadi gue berjanjian ketemu dengannya. Janji di Lokananta Blok M... supaya gue bisa menikmati wifi dengan sepi dan kopi yang ngak mahal2 amat. Dianter suami naik volvo mayit-nya. Keren lah gue ini.... turun dari mobil keren dan bawa laptop segala. Masuk ke Lokananta dengan harga diri tinggi yang tidak perlu... karena banyak rakyat Jakarta yang sehari-harinya lebih keren dari itu. Tapi peduli setan... gue tetep merasa keren kayak Tanti Yosepha. Ketika membuka pintu yang ada tulisannya OPEN tauknya sang caffe lagi dipake buat shooting Automotive. Ya ya ya Ya tapi boleh masuk katanya... "silahkan..." gitu kata mbak2 yang jaga dengan ramah dan membungkuk seperti pramugari.... pingin kupeluk rasanya dia yang sudah baik betul ini kasih2 gue masuk padahal dia lagi repot, pasti dia dulu diajar benar sama orangtuanya.

Anyhow, gue datang kepagian, baru jam 12 sementara janjian adalah tepat jam setengah 2 siang. Jadi gue buka laptop.... kirim2 CV, chatting sama orang kantor, main2 fesbuk... sambil nontonin orang shooting. Ada 1 mbak model yang pembawa acara, ada 5 kru, 1 bencong dan 1 asisten yang kayaknya tidur mulu kerjanya, sampe ileran beneran tidurnya kalo gue perhatiin, ileran dan tampaknya juga cacingan karena dari tadi tidur pantatnya ngak bisa diem... mungkin ada cacing kermi-nya didalam sana. Lalu kulihatnya si para kru pake ID CArd Gramedia.... Aaaaaaakh ternyata orang2 tak dikenal ini kambing guling pegawai Gramedia. Jadi gue kembali sok akrab. "Mas, situ dari gramedia ya? AutoTV ya?"... gitu gue tanya sama cameraman-nya yang paling tua bijaksana dan berwawasan. "Iya mbak! kok tau?".... Lalu 2 kru yang lain ikutan ngomong: "mbak, mbak bukannya orang gramedia juga ya?"...... hahahahahaha iyaaaaaa kalian tebuuuuuuuuul saya juga 4 minggu yang lalu masih orang gramedia... tapi tidak lageeeeeee!!!!. Jadi ngobrol, ditanya2 kenapa berani2nya resign, ditanya ngapain nongkrong di Lokananta sendirian siang2 (lagi jualan kambing mas disini, emang ngak liat saya bawa kambing banyak? aneh sekali pertanyaan si Mas Bambang itu). Jadi selama beberapa jam menunggu Guntur, gue duduk bersama mereka2 ini yang bekerja shooting... ngeledekin mbak modelnya yang orang Sukabumi... yang kalo bilang mobil SUV jadi mobil ES-YU-PI.... akh dasar sunda.... sapa bilang orang sunda ngak bisa bilang "F"! PITNAH itu!!!!

Setelah tim shooting bubar jam setengah 2 dan kami berlambaian dengan cara yang dibenarkan agama.... lalu datanglah si Guntur, yang ternyata wujudnya gempal besar kayak empal gentong cirebon yang enak itu. Ada ya beberapa orang yang kalo bahkan baru pertama kenal aja kayak udah tau seumur hidupnya. Ya begitulah si GUntur. Maksud hati mau ngomongin kerjaan.... malah jadi gosipan, gosipan tentang teman kami yang sedang jatuh cinta.... bukan! bukan ngomongin negatif, kami ini 2 orang teman yang prihatin, jadi dalam keramaian caffe kami2 ini berdoa... buat teman kami itu, biar dia bisa mbo'ongin cewe lain lagi untuk jadi istrinya.

Guntur itu ternyata seorang penyiar aslinya....mangkannya suaranya kayaknya mengademkan jiwa. Kalo tatapan mata suami gue kata gue teduh bak pohon sukun, maka si Guntur ini suaranya adem kayak larutan penyegar cap kaki tiga... mungkin kalau mereka digabung dalam wujud tampilan Tora Sudiro..... even straight guy pun akan luluh jadi gay. Dan dia adalah tukang sablon ulung, dan sekaligus pedagang makaroni, dan juga seorang ilustrator, juga penyiar radio yang udah bubar, voice talent, dan jendralnya komunitas Sahabat Musium. Jadi ngobrol ngalor ngidul banyak banget sampe jam setengah lima.... sampe ba'da Ashar. Sampe udah abis 3 gelas.... trus kami pulang..... naik bis yang sama, the ever so famous Metro Mini 69. Ngak kok, dia ngak berumah disana, atau juga tak berniat menguntit gue yang baru dikenalnya... dia mau main ke rumah temennya di petukangan. Lucu sekali.